Afrika telah mencatatkan langkah signifikan dalam memerangi malaria, penyakit menular yang menyebabkan ratusan ribu kematian anak setiap tahun. https://www.universitasbungkarno.com/fakultas-hukum/ Melalui kolaborasi antara ilmuwan lokal, lembaga internasional, dan sektor swasta, beberapa vaksin malaria baru kini tersedia dan mulai didistribusikan secara luas di benua ini.
๐ Vaksin RTS,S/AS01: Langkah Awal yang Bersejarah
Vaksin RTS,S/AS01, yang dikenal dengan nama dagang Mosquirix, adalah vaksin malaria pertama yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk digunakan secara luas. Sejak 2019, vaksin ini telah digunakan di Ghana, Kenya, dan Malawi melalui Program Implementasi Vaksin Malaria (MVIP). Pada 2023, WHO, Gavi, dan UNICEF mengalokasikan 18 juta dosis vaksin ini ke 12 negara Afrika, termasuk Benin, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Liberia, Niger, Sierra Leone, dan Uganda, dengan prioritas pada daerah dengan risiko tinggi malaria.
Hasil dari program ini menunjukkan penurunan signifikan dalam kasus malaria parah dan kematian anak. Vaksin ini juga meningkatkan akses ke metode pencegahan lainnya, seperti kelambu berinsektisida, mencapai lebih dari 90% anak-anak di daerah yang paling rentan.
๐งช R21/Matrix-M: Vaksin Generasi Baru dengan Efektivitas Tinggi
R21/Matrix-M, yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan Serum Institute of India, adalah vaksin malaria kedua yang direkomendasikan oleh WHO. Vaksin ini telah menunjukkan tingkat efektivitas lebih dari 75% dalam uji klinis, menjadikannya salah satu vaksin paling efektif yang pernah ada untuk malaria. Sejak diluncurkan pada 2023, vaksin ini telah didistribusikan ke berbagai negara Afrika, termasuk Ghana, Nigeria, Burkina Faso, Chad, Republik Demokratik Kongo, Mozambik, Nigeria, Sudan Selatan, dan Uganda. Pada 2025, hampir 7 juta anak telah menerima vaksin ini.
Vaksin R21/Matrix-M kini tersedia dengan harga kurang dari $4 per dosis, menjadikannya pilihan yang terjangkau untuk negara-negara dengan sumber daya terbatas.
๐งฌ Terobosan Vaksin PfSPZ-LARC2: Harapan Baru untuk Eliminasi Malaria
Vaksin PfSPZ-LARC2, yang dikembangkan oleh Sanaria, merupakan vaksin malaria generasi ketiga yang menunjukkan potensi besar dalam eliminasi malaria. Vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan tinggi dan tahan lama, dengan tujuan untuk menghentikan transmisi malaria. Uji klinis pertama vaksin ini telah dilakukan di Burkina Faso, dengan rencana uji lanjutan di Amerika Serikat dan Jerman pada 2025. Jika terbukti efektif, vaksin ini dapat menjadi tonggak penting dalam upaya eliminasi malaria global.
๐ Penerimaan dan Implementasi di Afrika
Hingga September 2025, 23 negara di Afrika telah memasukkan vaksin malaria ke dalam program imunisasi rutin mereka dengan dukungan dari Gavi. Lebih dari 31 juta dosis vaksin telah didistribusikan ke negara-negara endemik malaria di Afrika, termasuk Ghana, Kenya, Malawi, dan Uganda.
Di Togo, pada 1 September 2025, negara ini memulai distribusi nasional vaksin malaria untuk anak-anak di bawah lima tahun, menargetkan 269.000 anak setiap tahunnya. Langkah ini merupakan tonggak penting dalam upaya negara tersebut untuk mengurangi kematian anak akibat malaria.
โ Kesimpulan
Kemajuan besar dalam pengembangan dan distribusi vaksin malaria di Afrika menunjukkan harapan baru dalam memerangi penyakit yang telah lama menjadi masalah kesehatan global. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan komitmen kuat dari negara-negara Afrika, eliminasi malaria dalam beberapa dekade mendatang menjadi semakin mungkin tercapai.