Pertandingan El Clásico antara Barcelona dan Real Madrid di final Copa del Rey 2024/2025 menjadi salah satu laga paling mendebarkan dalam sejarah pertemuan kedua raksasa Spanyol ini. Digelar di Estadio de La Cartuja, Sevilla, pada Minggu dini hari, garansi kekalahan 100 terbaru 27 April 2025, Barcelona akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2 setelah melalui drama perpanjangan waktu.

Jalannya Pertandingan

Sejak menit pertama, kedua tim langsung tampil menyerang. Barcelona mengambil inisiatif penguasaan bola, namun Real Madrid yang justru berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu. Pada menit ke-18, Vinícius Júnior mencetak gol cantik setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Jude Bellingham. Madrid unggul 1-0.

Tidak butuh waktu lama bagi Barcelona untuk merespons. Lewat kombinasi apik di lini tengah, Lamine Yamal, pemain muda andalan Barcelona, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-30 dengan tembakan akurat ke pojok gawang. Skor menjadi imbang 1-1 hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Madrid kembali unggul lewat gol sundulan Antonio Rüdiger di menit ke-63, membuat para fans Los Blancos bersorak gembira. Namun semangat juang Barcelona tidak padam. Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol penyeimbang di menit ke-78 setelah menerima umpan silang dari Alejandro Balde.

Dengan skor 2-2, pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Gol Penentu Barcelona

Dalam perpanjangan waktu, Barcelona tampil lebih dominan. Pada menit ke-112, Pedri menjadi pahlawan bagi Blaugrana. Ia mencetak gol ketiga Barcelona melalui tembakan first-time yang tidak mampu dihentikan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, dan Barcelona pun resmi menjadi juara Copa del Rey 2024/2025.

Performa Luar Biasa Barcelona

Kemenangan ini membuktikan bahwa Barcelona masih memiliki mental juara, meskipun musim ini mereka sempat mengalami pasang surut performa. Di bawah asuhan pelatih Xavi Hernández, strategi penguasaan bola Barcelona benar-benar menjadi kunci untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Lamine Yamal dan Pedri menjadi dua pemain yang paling mencuri perhatian dalam laga ini. Yamal, dengan usia yang masih sangat muda, menunjukkan kematangan di atas lapangan, sedangkan Pedri, seperti biasa, menjadi jantung permainan tim.

Real Madrid Harus Puas Sebagai Runner-Up

Bagi Real Madrid, kekalahan ini tentu mengecewakan. Carlo Ancelotti telah menyiapkan strategi yang solid, namun kesalahan kecil di lini pertahanan membuat mereka harus membayar mahal. Meski begitu, performa pemain muda seperti Jude Bellingham dan Vinícius Júnior tetap menjadi harapan besar bagi masa depan Los Blancos.

Selebrasi dan Reaksi

Usai peluit akhir, pemain-pemain Barcelona melakukan selebrasi penuh euforia di tengah lapangan. Ini menjadi gelar Copa del Rey ke-32 bagi Barcelona, memperpanjang rekor mereka sebagai klub dengan trofi Copa del Rey terbanyak.

Para pendukung Barcelona pun larut dalam kebahagiaan, baik di stadion maupun di berbagai kota di Spanyol. Sementara itu, media sosial dipenuhi ucapan selamat untuk Barcelona dan berbagai analisis tentang pertandingan dramatis ini.